TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Recent Coments

Recent Post

Random Ayat

Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2009

Hebat

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pulang mendapat sambut bak seorang pahlawan saat tiba di negerinya sepulangnya dari pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Sekitar 5.000 orang bersorak sorai sambil melambaikan bendera Turki dan bendera Palestina, ketika pesawat yang membawa Erdogan menyentuh landasan bandara Turki hari Jumat pagi waktu setempat.

Rakyat Turki memuji ketegasan sikap Erdogan saat berdebat dengan Presiden Israel Shimon Peres tentang agresi brutal Israel di Gaza dalam Forum Davos. Seperti diberitakan, Erdogan melakukan aksi walk out saat debat dengan Peres, karena moderator debat David Ignatius-kolomnis harian Washington Post-tidak memberi kesempatan pada Erdogan untuk menjawab argumen Peres tentang perang Israel di Gaza.

Ignatius hanya memberikan waktu satu menit pada Erdogan untuk merespon pemaparan Peres yang memberikan justifikasi terhadap serangan brutal Israel ke Gaza. Kesal dengan sikap Ignatius yang juga beberapa kali memotong pernyataannya, Erdogan langsung meninggalkan kursinya sambil berkata pada Peres "Anda pembunuh." (ln/aljz)


Kutip dr www.eramuslim.com
Read More...

Selasa, 05 Agustus 2008

Pak Samun

Pada hari Minggu hujan rintik – rintik. Siang itu seharusnya Pak Samun mencangkul di sawah Pak Jebul. Pak Jebul adalah mantan Kepala Desa Srowot. Karena hujan Pak Samun tidak berangkat mencangkul, waktu yang ada dimanfaat kan untuk mengasah cangkulnya.

Terdengar suara sepeda motor mendekat, dan akhirnya memasuki halaman depan rumah Pak Samun yang berpagarkan gedeg bambu.

“Permisi Pak” Orang yang baru turun dari sepeda motor itu menyapa. Pak Samun berdiri dan segera mempersilakan orang tersebut masuk.

“Monggo silakan masuk Pak” sambut Pak Samun sambil mengakancingkan dan merapikan bajunya.

“Monggo Pak sialakan masuk. Ada keperluan apa Pak, dan dari mana ?” Pak Samun bertanya.

“Ahh saya cuma numpang berteduh, bolehkan Pak?” Sahut orang yang baru datang itu.

“Boleh – boleh Pak, silakan masuk – silakan masuk” Pak Samun menyambut tamu yang tidak dikenal itu dengan tergopoh.

Segera istri Pak Samun membuatkan kopi untuk menghangatkan badan. Tak ketinggalan gorengan singkong yang baru nyabut di belakang rumah.

Pak Samun, istrinya dan orang itupun akhirnya terlibat pembicaraan yang ganyeng, beberapa pertanyaan orang itu menanyakan keadaan masyarakat di desa tersebut. Tadinya Pak Samun merasa heran dengan beebrapa pertanyaan tersebut, tetapi segera dulupakannya keheranan tersebut. Setelah hujan berhenti orang tersebut pamitan untuk pulang.

“Kalau boleh tau siapa namanya Pak?” Pak Samun bertanya, pertanyaan yang dari tadi disimpannya karena selalu dirasa tidak ada waktu yang tepat untuk menyampaikannya.

“Oooh iya nama saya Nirwan Prayitno” jawab orang itu. Setelah berjabat tangan orang itupun berlalu dengan sepeda motornya.

Setelah 3 hari berlalu secara tidak sengaja istri Pak Samun melihat foto di Koran bungkus cabe, setelah diamati ternyata foto itu mirip dengan orang yang bertandang 3 hari lalu. Setengan teriak istri Pak Samun memanggil suaminya dan menunjukan foto di secarik koran itu. Setalah dibaca ternyata orang itu adalah Bupati mereka sendiri, Pak Samun dan istrinyapun saling pandang dan tak terasa menitikan air mata bahagia.

Itulah kegiatan – kegiatan di waktu senggang sang Bupati yang menyempatkan untuk melihat kondisi dari warganya secara langsung tanpa diketahui. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk menentukan arak kebijakan yang akan diambil. Dengan merasakan dan melihat sendiri kondisi nyata dari rakyatnya bisa menyadadarkan dan sebagai pengingat bahwa jabatan adalah amanah yang harus diemban untuk kepentingan rakyat.

Pada suatu hari sang Bupati meminta rakyatnya untuk memberikan bantuan sumbangan bencana yang terjadi di daerah lain. Rakyat yang sangat mencintai pemimpinnya itupun dengan berbondong – bondong memberikan bantuan untuk bencana tersebut. Begitupun dengan kebijakan – kebijakan lain selalu dipatuhi dan dengan semangat rakyatnya mematuhi sang Bupati.

Itulah potensi dari rakyat, potensi yang sangat besar asal bisa menggerakannya. Jika seorang pemimpin memberikan sesuatu maka rakyat akan membalas dengan beribu – ribu kali lipat. Bisa dibayangkan jika potensi terpendam dari 200 juta rakyat Indonesia bisa digerakan, maka tiada hal yang tidak mungkin kecuali menghidupkan orang mati.

Read More...

Senin, 04 Agustus 2008

Cirebon - Indramayu

Pasar tumpah adalah pasar yang sering disebut sebagai pasar dadakan yang tidak setiap hari ada dan mereka berjualan di jalan atau pinggir jalan. Tetapi kalau kita melewati jalan antara cirebon dan indramayu ada pasar yang mengambil tempat di pinggir jalan. Bukan pasar yang musiman atau pasar yang dadakan tetapi pasar yang tiap hari ada dan sepanjang hari, 7 hari dalam seminggu. Pasar ini sudah ada sejak lama sekali dan berada di jalan utama yang mana sering dilewati bis antar kota antar propinsi dan juga truck – truck besar. Separuh badan jalan menjadi tempat berjualan dan juga becak – becak yang berjejer yang kadang sampai 4 becak. Padahal dibelakang mereka berjaulan terdapat kios – kios yang kosong tanpa penghuni yang disediakan untuk para pedagang tersebut.

Bagi para sopir bersiaplah menurunkan gigi transmisinya untuk berjalan lambat sekali untuk melewati daerah tersebut. Bagi orang yang baru melewati jalan tersebut tentulah hal tersebut sangat menjengkelkan. Bagaimana mungkin hal yang sangat mengganggu perjalanan tersebut terjadi untuk kurun waktu yang sangat lama. “Apakah pimpinan atau pejabat daerah tersebut telah buta tuli sehingga membiarkan hal tersebut terjadi?” Itulah keluhan orang – orang sangat kesal akan hal tersebut.

Apakah hal tersebut kesalahan para pemimpin didaerah tersebut yang membiarkan itu terjadi? Mar kita lihat hal lain yang juga terjadi. Sebelum Pasar Karang Ampel ada 2 pembangunan masjid, untuk meminta sumbangan dari para pengendara yang lewat jalan tersebut mereka menutup jalan tersebut ½ badan jalan sehingga jalan yang seharusnya bias dilewati 2 mobil bersamaan menjadi 1 mobil saja yang bisa lewat untuk samping kanan atau samping kiri. Kita tentu heran mengapa untuk meminta sumbangan pembangunan masjid harus dengan cara – cara seperti itu dimana sangat menganggu siapa saja yang melewati jalan tersebut. Belum lagi keselamatan jiwa dari para peminta sumbangan yang ada di tengah jalan.

Ada lagi keributan antar kampung atau antar seberang jalan yang sudah menjadi sesuatu yang lazim terjadi di daerah tersebut. Hal ini tentu menggambarkan betapa kerasnya karakter masyaraakat daerah tersebut. Sebuah karakter yang primitive seolah tanpa tersentuh kemajuan zaman dan peradaban modern umat manusia. Mereka acuh dan tanpa rasa bersalah walau hal tersebut telah mengganggu kepentingan umum dan mengganggu sesama manusia yang lain. Bukankah hak kita sebagai manusia juga dibatasi oleh hak orang lain. Kita harus saling menghormati sesama manusia dan jangan saling menang sendiri.

Cirebon dan Indramayu bukanlah daerah pedalaman yang tidak tersentuh tekhnologi. Disana ada Pertamina baik hulu ataupun hilir sekaligus. PT. Pertamina EP Region Jawa sebagai unit operasi hulu dan PT. Pertamina UP VI Balongan sebagai unit operasi hilir. Selayaknyalah perusahaan – perusahaan yang ada bisa ikut andil dalam memajukan masyarakat setempat. Pendidikan adalah hal yang mutlak sehingga manusia bisa befikir lebih logis. Hal ini perlu terus didorong sampai pada saatnya nanti masyarakat bisa menjadi subjek dan tidak terus menerus menjadi objek apalagi menjadi korban dari pembangunan itu sendiri.

Read More...

Selasa, 29 Juli 2008

Abu - Abu

Ada teman saya bernama Abu, beliau bekerja disebuah perusahaan konstruksi………….. Emmmm beliau itu baik dan pinter.

Tetapi bukan itu yang hendak saya tulis di sini. Berikut adalah yang hendak saya tulis:


Pada suatu hari, ya sebut aja hari itu adalah hari selasa, seorang bapak sedang libur dan asik membaca koran di teras rumah. Dia bekerja disebuah perusahaan oil company yang punya schedule 2-2, yang artinya 2 minggu kerja dan 2 minggu libur.

Tepat jam 12.30 anaknya yang kelas 3 sekolah dasar pulang sekolah. Waktu itu tidak seperti biasa anaknya yang bernawa Dyah Menur berlari kencang dan langsung mask kamar tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu. Melihat gelagat anaknya yang aneh tidak seperti biasa itupun sang bapak kaget bukan kepalang, bagai ada pesawat yang menyambar di depannya.


Segera dia masuk ke dalam rumahnya dan ternyata pintu kamar Dyah Menur ditutup rapat dan dikunci dari dalam. Si bapak pun bertanya – Tanya ada apa gerangan.


Bapak : ‘Dyah…. Dyah sayang ada apa? Kenapa menangis?” Terdengar suara sesenggukan dari dalam. Berulang – ulang si bapak memanggil dan menanyakan apa yang terjadi dan mengapa menangis tetapi Dyah anaknya tidak juga menjawab dan terus menangis sesenggukan di kamar. Sangat terasa kalau hatinya sanagt perih dan terluka. Dari sesenggukannya yang saling susul menyusul tergambar kalau ada sesuatu yang sangat berat dia rasakan. Mendengar tangis anaknya yang tak kunjung berhenti si bapak pun cemas akan apa yang telah terjadi pada anak perempuannya, apakah ada orang jahat yang telah melukainya??? Si bapak pun memanggil dengan nada yang lebih keras penuh cemas.


Mendengar bapaknya memanggil dengan suara yang sangat keras tidak seperti biasanya yang selalu penuh rasa sayang, Dyah pun keluar dan segera memeluk bapaknya.


Dyah : “ Bapak… masa hanya karena Dyah salah semua pekerjaan rumah yang semalam tangan Dyah dipukul penggaris sampai merah, padahal itu salah kan karena Dyah belum tahu cara mengerjakannya, Apakah Dyah tidak boleh salah?”


Dyah terus merajuk, menangis sambil menunjukan telapak tangannya yang merah bekas pukulan penggaris. Dalam hati sang bapak hal itu sungguh memilukan dan membuat sangat marah. Memang bekas pukulan itu masih jelas menandakan pikulan itu tidak sekali dilakukan dan sangat keras. Tak terasa air matapun meleleh di pipi sang bapak. Dalam hatinya berkata, kenapa anak sekecil itu menerima hukuman yang sangat sadis seperti itu, bukankah dia baru 9 tahun, umur yang masih sangat kecil untuk menerima dan mengerti sebuah hukuman yang sadis itu. Tidak bisakah dengan kata – kata dan penjelasan seperlunya. Ada sisi lain yang sungguh sangat mengiris hati orang tua menyaksikan itu.


“Apakah Dyah tidak boleh salah?” kata – kata itu sungguh sangat menyayat hati. Apakah manusia tidak boleh salah? Kita manusia bukanlah malaikat yang tidak pernah berbuat salah, kita manusia diciptakan tidak sempurna, penuh dengan kekurangan dan kealpaan. Kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Setiap orang pasti pernah berbuat salah, tetapi tidak ada orang yang selalu salah atau jahat. Seorang dermawan bukanlah tanpa cela, suatu saat pasti dia pernah berbuat salah, demikian sorang penjahat, bukan berarti dia tidak punya sisi kebaikan. Penjahat sekelas Joni Indo pun bias menjadi seorang peneceramah yang membagikan pengalamannya kepada orang lain sehingga bias bermanfaat bagi orang lain. Mengagungkan dan menganggap orang biasa tanpa cela seperti jaman kerajaan yang menyembah rajanya, adalah sebuah perbutana yang keliru karena sama saja dengan tidak memanusiakan orang tersebut. Demikian juga memvonis seorang penjahat bahwa dia akan selalu jahat dan tidak termaafkan juga tidaklah benar, karena seberapapun jahat seseorang pasti dia punya sisi kemanusiaan yang baik sebagaimana fitrah manusia. Tidak ada orang yang sepenuhnya putih demikian juga tidak ada orang yang sepenuhnya hitam. Manusia adalah abu – abu. Tentu yang paling baik adalah bagi siapa saja yang selalu berusaha berbuat lebih baik sehingga abu – abu itu menjadi semakin terang.

Read More...

Label